Kewajiban Satker :

Setiap satuan kerja wajib menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bendahara ke KPPN paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya. (sesuai PMK Nomor 162 Tahun 2013 dan Perdirjen Perbendaharaan Nomor 3 Tahun 2014).

Sanksi Kepada Satker :

Apabila Satker tidak/belum menyampaikan LPJ Bendahara paling lambat tanggal 10 pada bulan berikutnya, maka KPPN akan menolak SPM yang diajukan oleh Satker, kecuali SPM-LS kepada pihak ketiga dan SPM Belanja Pegawai.

LPJ Bendahara :
  1. LPJ Bendahara Penerimaan;
  2. LPJ Bendahara Pengeluaran.
Mekanisme Penyampaian LPJ Bendahara adalah sebagai berikut :
  1. Melalui Aplikasi SiLABI 2014 dibuatkan LPJ dan BA Pemeriksaan Kas.
  2. LPJ Bendahara dan dokumen pendukungnya disampaikan ke front office (FO) Seksi Vera KPPN bagian LPJ;
  3. FO Seksi Vera akan mengupload ADK LPJ ke dalam aplikasi SILABUN KPPN dan memeriksa kebenaran LPJ beserta dokumen tersebut;
  4. Apabila ADK dan LPJ benar, dibuatkan tanda terima untuk satker;
  5. Apabila ADK dan LPJ belum tepat, maka LPJ dikembalikan untuk diperbaik
Yang harus dibawa ke KPPN :
  1. ADK LPJ Bendahara (dihasilkan dari Aplikasi SILABI 2014);
  2. Cetakan LPJ Bendahara (dihasilkan dari Aplikasi SILABI 2014);
  3. BA Pemeriksaan Kas;
  4. Buku Pembantu Pajak;
  5. Konfirmasi Pajak (Setoran Penerimaan Negara);
  6. Rekening Koran.
Tools untuk Pembuatan dan Penyampaian LPJ Bendahara :
  1. PMK Nomor 162 Tahun 2013;
  2. Perdirjen Perbendaharaan Nomor 3 Tahun 2014;
  3. Aplikasi SILABI 2014;
  4. Aplikasi Konfirmasi dan Koreksi Penerimaan Negara.